Model koneksi ADSL bridged lebih menguntungkan dibandingkan PPPoE karena koneksi bisa dipantau kapan konek dan kapan tidak . Di Windows, sangat gampang buat koneksi pppoe bridged ketika men-dialup Telkom Speedy tapi di Linux sangat sulit.
Setelah sempet pusing tujuh keliling karena ternyata pihak Telkom Semarang tidak juga membuatkan tutorialnya walaupun sudah saya japri via YM (piye ki mas afif, mas amin cs
) maka saya coba-coba sendiri, alhamdulillah ternyata berhasil.
Berikut ini merupakan caranya:
- Pastikan modem sudah dalam posisi bridged, kalau ternyata belum dalam posisi bridged, silakan hubungi para CS Telkom yang katanya selalu commited to u(‘r money) untuk lebih jelasnya. hehehe. Tahu kan nomor sakti CS: 147. Jangan lupa untuk meninggalkan pesan omelan kepada para CS kesayangan kita tersebut demi memuaskan kejengkelan anda agar anda tidak stress, kan mereka dibayar untuk sebagai tempat pelampiasan emosi, betul!!
- Oke, sekarang setting ip anda ethernet card anda agar 24 bit pertamanya sama dengan modem. Misalnya modem 192.168.1.1 maka setting ip eth0 anda pada (contohnya) 192.168.1.10. caranya dengan mengetikkan perintah:
sudo ifconfig eth0 192.168.1.10
- coba akses apakah web dari modem bisa diakses, dengan cara membuka firefox kemudian mengetikkan http://192.168.1.1
- Setelah itu aktifkan pppoeconf dengan cara ketikkan perintah berikut:
# pppoeconf
- Ikuti aja langkah-langkah selanjutnya.
- Di akhir tahapan pppoeconf, anda akan diberitahukan cara mengaktifkan dial up yaitu dengan mengetikkan perintah
# pon dsl-provider
- Sementara untuk mematikan dapat digunakan perintah
# poff
7 langkah di atas belum sempurna, dan disinilah inti puyengnya. Ketika menggunakan teknik di atas, ip WAN sudah dapat, namun ternyata belum bisa membuka halaman web (bisanya cuma telkomspeedy.com). Hal ini disebabkan DNS server belum ditentukan.
Untuk menentukannya anda bisa memasukkan alamat-alamat nameserver dari DNS telkom di file /etc/resolv.conf. caranya dengan membuka file /etc/resolv.conf dengan vi atau gedit sebagai root kemudian mengisikan daftar DNS berikut ini:
nameserver 203.130.196.6
nameserver 202.134.2.5
nameserver 202.134.1.10
nameserver 202.134.0.62
nameserver 203.130.196.5
nameserver 202.134.0.155
nameserver 203.130.196.5
nameserver 203.130.196.155
nameserver 202.134.1.10
Januari 3, 2008 pukul 9:04 am
[...] dan Linux memang partner yang oke, kalau sudah bisa mengkonfigurasikan Speedy/ Bridged ADSL dan Linux, dunia internet memang sangat [...]